Peraturan, Regulasi dan Aspek Bisnis di bidang TI

  1. Pengertian Peraturan dan Regulasi

Peraturan adalah sesuatu yang disepakati dan mengikat sekelompok orang/lembaga dalam rangka mencapai suatu tujuan dalam hidup bersama.

Regulasi adalah “mengendalikan perilaku manusia atau masyarakat dengan aturan atau pembatasan”. Regulasi dapat dilakukan dengan berbagai bentuk.

  1. Peraturan dan Regulasi bidang TI

Peraturan dan Regulasi dalam bidang Teknologi Informasi terdapat dalam undang-undang nomor 36 seperti di bawah ini :

–        UU No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 154, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3881).

–        UU No. 11 Tahun 2008 Tentang Infomasi dan Transaksi Elektronik

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4843).

–        UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 61, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4846).

–        Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 107, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3980).

–        Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KM. 21 Tahun 2001 tentang Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor:31/PER/M.KOMINFO/0912008.

–        Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor:26/PER/M.KOMINFO/5/2007 tentang Pengamanan Pemanfaatan Jaringan Telekomunikasi Berbasis Protokol Internet sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor:16/PER/M.KOMINFO/10/2010.

–        Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor:01/PER/M.KOMINFO/101/2010 tentang Penyelenggaraan Jaringan Telekomunikasi.

  1. Macam-macam Regulasi Bisnis

–        Regulasi Bisnis di Bidang Merek

–        Regulasi Bisnis di Bidang Perlindungan Konsumen

è Peraturan tentang hukum perlindungan konsumen diatur dalam UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

è Dua jenis perlindungan yang diberikan kepada konsumen, yaiotu :

–        Perlindungan Preventif

Perlindungan yang diberikan kepada konsumen pada saat konsumen tersebut akan membeli atau menggunakan atau memanfaatkan suatu barang atau jasa tertentu.

–        Perlindungan Kuratif

Perlindungan yang diberikan oleh konsumen sebagai akibat dari penggunaan atau pemanfaatan barang atau jasa tertentu oleh konsumen.

–        Regulasi Larangan Praktek Monopoli

è Pengertian praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat menurut UU No. 5 Tahun 1999 tentang Praktek Monopoli adalah pemusatan kekuatan ekonomi oleh satu atau lebih pelaku usaha yang mengakibatkan dikuasainya produksi dan atau pemasaran atas barang dan atau jasa tertentu sehingga menimbulkan persaingan usaha tidak sehat dan dapat meugikan kepentingan umum.

–        Regulasi di Bidang Hukum Dagang

  1. Aspek Bisnis Bidang Teknologi Informasi

–        Prosedur Pendirian Usaha

Prosedur pengadaan Tenaga Kerja antara lain :

  • Perencanaan Tenaga Kerja

Perencanaan tenaga kerja adalah penentuan kuantitas dan kualitas tenaga kerja yang dibutuhkan dan cara memenuhinya. Penentuan kuantitas dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu time motion study dan peramalan tenaga kerja. Sedangkan penentuan kulitas dapat dilakukan dengan Job Analysis.

  • Penarikan Tenaga Kerja

Dapat diperoleh dari dua sumber, yaitu :

Ø  Sumber Internal

Sumber Internal yaitu menarik tenaga kerja baru dari rekomendasi karyawan lama.

Ø  Sumber Eksternal

Sumber Eksternal yaitu menarik tenaga kerja baru dari lembaga tenaga kerja, lembaga pendidikan, ataupun dari advertising.

  • Seleksi Tenaga Kerja
  • Penempatan Tenaga Kerja

Penempatan Tenaga Kerja adalah proses penentuan jabatan seseorang yang disesuaikan antara kualifikasi yang bersangkutan dengan job specification-nya.

–        Prosedur Pengadaan Barang dan Jasa

Jenis-jenis metode pemilihan penyedia barang dan jasa ada empat, yaitu :

  • Metode Pelelangan Umum

Metode pelelangan umum merupakan metode pemilihan penyedia barang/jasa yang relatif banyak dilakukan. Pelelangan umum dilakukan secara terbuka dengan pengumuman secara luas melalui media massa dan papan pengumuman resmi untuk penerangan umum sehingga masyarakat luas dunia usaha yang berminat dan memenuhi kualifikasi dapat mengikutinya.

  • Pelelangan Terbatas

Pelelangan terbatas dilakukan, jika pelelangan umum sulit dilaksanakan karena penyedia barang/jasa yang mampu mengerjakan diyakini terbatas dan pekerjaannya kompleks.

  • Pemilihan Langsung

Bila pelelangan umum dan pelelangan terbatas sulit dilaksanakan dan kemungkinan tidak akan mencapai sasaran, maka dilakukan pemilihan langsung.

  • Penunjukan Langsung

Berdasarkan ketentuan dalam Keppres No. 80/2003 tentang Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa, penunjukkan langsung dalam pengadaan barang/jasa dapat dilaksanakan dalam hal memenuhi kriteria antara lain :

Ø  Terjadi keadaan darurat untuk pertahanan negara, keamanan, dan keselamatan masyarakat yang pelaksanaan pekerjaannya tidak dapat ditunda atau harus segera dilakukan, termasuk penanganan darurat bencana alam.

Ø  Pekerjaan yang bersifat rahasia atau menyangkut pertahanan serta keamanan negara yang ditetapkan Presiden.

Ø  Pekerjaan berskala kecil dengan nilai paket pekerjaan maksimum Rp.50.000.000,- (lima puluh juta rupiah).

Ø  Paket pekerjaan berupa pekerjaan/barang spesifik yang hanya dapat dilaksanakan oleh satu penyedia barang/jasa pabrikan pemegang hak paten tertentu.

  1. Contoh Aspek Bisnis bidang TI

Aplikasi website Kemenkumham

  1. Pendapat

Menurut pendapat saya bahwa regulasi bisnis yang ada di Indonesia sudah sangat baik dalam teori. Tetapi perlu pengawasan dalam implementasi pada sebuah bisnis yang ada di Indonesia saat ini.

  1. Referensi

–        http://inablogku.blogspot.com/2015/03/makalah-regulasi-bisnis.html

–        http://kurosawa23.blogspot.com/2013/07/peraturan-dan-regulasi-bidang-it.html

–        http://rakhmatmalik.blogspot.com/2013/07/aspek-bisnis-di-bidang-teknologi.html

–        http://sripurwanti.blogspot.com/2014/04/aspek-bisnis-di-bidang-teknologi_24.html

–        https://pyia.wordpress.com/tag/definisi-peraturan-dan-regulasi/

Advertisements

Etika, Profesi dan Profesionalisme

Etika

Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal kata ‘etika’ yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. Ethos mempunyai banyak arti yaitu : tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan/adat, akhlak,watak, perasaan, sikap, cara berpikir. Sedangkan arti ta etha yaitu adat kebiasaan.

Arti dari bentuk jamak inilah yang melatar-belakangi terbentuknya istilah Etika yang oleh Aristoteles dipakai untuk menunjukkan filsafat moral. Jadi, secara etimologis (asal usul kata), etika mempunyai arti yaitu ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan (K.Bertens, 2000).

Biasanya bila kita mengalami kesulitan untuk memahami arti sebuah kata maka kita akan mencari arti kata tersebut dalam kamus. Tetapi ternyata tidak semua kamus mencantumkan arti dari sebuah kata secara lengkap. Hal tersebut dapat kita lihat dari perbandingan yang dilakukan oleh K. Bertens terhadap arti kata ‘etika’ yang terdapat dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama dengan Kamus Bahasa Indonesia yang baru. Dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama (Poerwadarminta, sejak 1953 – mengutip dari Bertens,2000), etika mempunyai arti sebagai : “ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak (moral)”. Sedangkan kata ‘etika’ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang baru (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1988 – mengutip dari Bertens 2000), mempunyai arti :

  1. ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak);
  2. kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak;
  3. nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.

Dari perbadingan kedua kamus tersebut terlihat bahwa dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama hanya terdapat satu arti saja yaitu etika sebagai ilmu. Sedangkan Kamus Bahasa Indonesia yang baru memuat beberapa arti. Kalau kita misalnya sedang membaca sebuah kalimat di berita surat kabar “Dalam dunia bisnis etika merosot terus” maka kata ‘etika’ di sini bila dikaitkan dengan arti yang terdapat dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama tersebut tidak cocok karena maksud dari kata ‘etika’ dalam kalimat tersebut bukan etika sebagai ilmu melainkan ‘nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat’. Jadi arti kata ‘etika’ dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama tidak lengkap.

  1. Bertens berpendapat bahwa arti kata ‘etika’ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia tersebut dapat lebih dipertajam dan susunan atau urutannya lebih baik dibalik, karena arti kata ke-3 lebih mendasar daripada arti kata ke-1. Sehingga arti dan susunannya menjadi seperti berikut :
  1. nilai dan norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Misalnya, jika orang berbicara tentang etika orang Jawa, etika agama Budha, etika Protestan dan sebagainya, maka yang dimaksudkan etika di sini bukan etika sebagai ilmu melainkan etika sebagai sistem nilai. Sistem nilai ini bisaberfungsi dalam hidup manusia perorangan maupun pada taraf sosial.
  2. kumpulan asas atau nilai moral. Yang dimaksud di sini adalah kode etik. Contoh : Kode Etik Jurnalistik
  3. ilmu tentang yang baik atau buruk.

Etika baru menjadi ilmu bila kemungkinan-kemungkinan etis (asas-asas dan nilai-nilai tentang yang dianggap baik dan buruk) yang begitu saja diterima dalam suatu masyarakat dan sering kali tanpa disadari menjadi bahan refleksi bagi suatu penelitian sistematis dan metodis. Etika di sini sama artinya dengan filsafat moral.

Profesi

Berikut ini adalah pengertian dan definisi profesi:

  • SCHEIN, E.H (1962)
  • Profesi adalah suatu kumpulan atau set pekerjaan yang membangun suatu set norma yang sangat khusus yang berasal dari perannya yang khusus di masyarakat
  • HUGHES, E.C (1963)
  • Perofesi menyatakan bahwa ia mengetahui lebih baik dari kliennya tentang apa yang diderita atau terjadi pada kliennya
  • DANIEL BELL (1973)
  • Profesi adalah aktivitas intelektual yang dipelajari termasuk pelatihan yang diselenggarakan secara formal ataupun tidak formal dan memperoleh sertifikat yang dikeluarkan oleh sekelompok / badan yang bertanggung jawab pada keilmuan tersebut dalam melayani masyarakat, menggunakan etika layanan profesi dengan mengimplikasikan kompetensi mencetuskan ide, kewenangan ketrampilan teknis dan moral serta bahwa perawat mengasumsikan adanya tingkatan dalam masyarakat
  • PAUL F. COMENISCH (1983)
  • Profesi adalah “komunitas moral” yang memiliki cita-cita dan nilai bersama
  • KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA
  • Profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (ketrampilan, kejuruan, dan sebagainya) tertentu
  • K. BERTENS
  • Profesi adalah suatu moral community (masyarakat moral) yang memiliki cita-cita dan nilai-nilai bersama
  • SITI NAFSIAH
  • Profesi adalah suatu pekerjaan yang dikerjakan sebagai sarana untuk mencari nafkah hidup sekaligus sebagai sarana untuk mengabdi kepada kepentingan orang lain (orang banyak) yang harus diiringi pula dengan keahlian, ketrampilan, profesionalisme, dan tanggung jawab
  • DONI KOESOEMA A
  • Profesi merupakan pekerjaan, dapat juga berwujud sebagai jabatan di dalam suatu hierarki birokrasi, yang menuntut keahlian tertentu serta memiliki etika khusus untuk jabatan tersebut serta pelayananbaku terhadap masyarakat

Dapat disimpulkan:

Profesi merupakan suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian atau keterampilan dari pelakunya. Biasanya sebutan “profesi” selalu dikaitkan dengan pekerjaan atau jabatan yang dipegang oleh seseorang, akan tetapi tidak semua pekerjaan atau jabatan dapat disebut profesi karena profesi menuntut keahlian para pemangkunya. Hal ini mengandung arti bahwa suatu pekerjaan atau jabatan yang disebut profesi tidak dapat dipegang oleh sembarang orang, akan tetepi memerlukan suatu persiapan melelui pendidikan dan pelatihan yang dikembangkan khusus untuk itu.

Pekerjaan tidak sama dengan profesi. Istilah yang mudah dimengerti oleh masyarakat awam adalah: sebuah profesi sudah pasti menjadi sebuah pekerjaan, namun sebuah pekerjaan belum tentu menjadi sebuah profesi. Profesi memiliki mekanisme serta aturan yang harus dipenuhi sebagai suatu ketentuan, sedangkan kebalikannya, pekerjaan tidak memiliki aturan yang rumit seperti itu. Hal inilah yang harus diluruskan di masyarakat, karena hampir semua orang menganggap bahwa pekerjaan dan profesi adalah sama.

Profesionalisme

Berikut ini adalah pengertian dan definisi profesionalisme:

  • KIKI SYAHNARKI
  • Profesionalisme merupakan “roh” yang menggerakkan, mendorong, mendinamisasi dan membentengi TNO dari tendensi penyimpangan serta penyalahgunaannya baik secara internal maupun eksternal
  • DONI KOESOEMA A
  • Profesionalisme merupakan salah satu cara bagi guru untuk merealisasikan keberadaan dirinya sebagai pendidik karakter
  • ONNY S. PRIJONO
  • Profesionalisme merupakan kemampuan untuk memasuki ajang kompetisi sebagai antisipasi menghadapi globalisasi
  • PAMUDJI, 1985
  • Profesionalisme memiliki arti lapangan kerja tertentu yang diduduki oleh orang – orang yang memiliki kemampuan tertentu pula
  • KORTEN & ALFONSO, 1981
  • Yang dimaksud dengan profesionalisme adalah kecocokan (fitness) antara kemampuan yang dimiliki oleh birokrasi (bureaucratic-competence) dengan kebutuhan tugas (ask – requirement)
  • AHMAD BAHAR
  • Profesionalisme merupakan usaha suatu kelompok masyarakat untuk memperoleh pengawasan atas sumber daya yang berhubungan dengan suatu bidang pekerjaan
  • AHOLIAB WATLOLY
  • Profesionalisme adalah sikap seorang “profesional” atau “profi”
  • ABD. RAHIM ABD. RASHID
  • Profesionalisme merupakan satu aspek penting dalam meningkatkan integriti sumber daya manusia
  • AHMAN SUTARDI & ENDANG BUDIASIH
  • Profesionalisme adalah wujud dari upaya optimal yang dilakukan untuk memenuhi apa-apa yang telah diucapkan, dengan cara yang tidak merugikan pihak-pihak lain, sehingga tindakannya bisa diterima oleh semua unsur yang terkait

Dapat disimpulkan:

Profesionalisme merupakan komitmen para anggota suatu profesi untuk meningkatkan kemampuannya secara terus menerus. “Profesionalisme” adalah sebutan yang mengacu kepada sikap mental dalam bentuk komitmen dari para anggota suatu profesi untuk senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kualitas profesionalnya.

Dalam bekerja, setiap manusia dituntut untuk bisa memiliki profesionalisme karena di dalam profesionalisme tersebut terkandung kepiawaian atau keahlian dalam mengoptimalkan ilmu pengetahuan, skill, waktu, tenaga, sember daya, serta sebuah strategi pencapaian yang bisa memuaskan semua bagian/elemen. Profesionalisme juga bisa merupakan perpaduan antara kompetensi dan karakter yang menunjukkan adanya tanggung jawab moral.

Contoh dari etika, profesi dan profesionalisme:

  • Etika:
    • Etika moral : berkata jujur, menghargai hak orang lain, mengucapkan salam setiap kali bertemu atau bertamu dll
    • Etika perangai : berbusana adat, upacara adat
  • Profesi:
    • Profesi dalam bidang hokum misal hakim, pengacara dll
    • Profesi dalam bidang teknik misal programmer, teknisi mobil/motor dll
  • Profesionalisme:
    • Loyalitas seorang karyawan yang sudah dipercaya oleh perusahaan karena dianggap memiliki kemampuan yang memadai dan sesuai dengan bidang kerjanya.

Saran dan pendapat

Suatu etika merupakan yang utama dan mendasar untuk membentuk sikap dan perilaku untuk selanjutnya apabila didukung oleh pengalaman yang baik, maka sikap dan perilaku seseorang akan terlihat semakin sempurna.

Dalam hal profesi, suatu etika sangat diperlukan dalam dunia kerja. Misal bagaimana cara menghormati seorang atasan. Bagaimana seorang karyawan bersikap santun terhadap seluruh karyawan di tempat kerjanya. Sehingga etika dan profesi sangat berkaitan satu sama lain. Jika seseorang tidak memiliki etika dalam melakoni profesinya maka dia tidak akan mendapatkan hak yang diperoleh dari profesinya tesebut.

Jika seseorang sudah memiliki etika yang baik dalam profesinya. Maka seseorang tersebut memiliki komitmen untuk meningkatkan kemampuannya secara terus-menerus dan hal ini bisa disebut sebagai profesionalisme. Jadi dari penjelasan ketiga di atas bisa disimpulkan bahwa semuanya saling berkaitan satu sama lain.

Terima kasih

Puasa

Puasa media sosial. Tanpa gangguan setan. Gak ada ceritanya iri gegara liat postingan temen di path. Gak ada istilahnya sakit hati gegara WA/bbm cm diread doang. Gak ada ceritanya kepo di ask.fm dan twitter. Ujung2nya sama racun semua. Di hp gw uda mulai gw uninstall2 secara bertahap. Sisanya cm bbm, line sama instagram doang. Ya minimal kalo ada info dari kampus atau dari kantor masih bisa dihubungi lahh. Hehe. Instagram sndiri kalo buat gw cm buat posting2 gambar yang menurut gw bagus. Gw suka jalan2, jadinya pelampiasan nya kesana. 😀

Uda dulu yaaa. Dunia itu sementara, uda sementara, interaksi cm d dunia maya lagi. Kacaauu vrooh kacau. Haha

Cuks lah – part 2

Cemburu ke gebetan boleh. Gak aneh sih cuma kurang tepat aja. Belum jadi apa2 aja uda cemburu. Emg ente siapanya dia vrooohh. Hahaha :))))
Ente gak boleh larang2 doi bergaul sama siapa aja. Misal nih doi lg di pdkt in sama yang lain. Lo gak berhak marah. Doi single, bebas mau ngapain aja. Makanya broo kalo uda deket tinggal dor aje. Jgn kebanyakan nunggu. Ditolak yauda terima ajaa. Hahaha

-saran spesial dari gw buat temen tergokil-
Salam superrr. Tosss!!!

husss

Malem-malem lagi coding sambil muter lagu. Lagunya pas banget dari Coldplay – Fix You. Pas banget sama kondisi gw saat ini nih. Ya anggap aja pas ya. (suka2 yang nulis) 😀

“When you try your best, but you don’t succeed” . Ya lirik ini mengingatkan gw, dimana disaat gw udah berusaha semaksimal mungkin tapi hasilnya gak sesuai sama harapan. Kesel gondok marah jadi satu. Tapi satu hal yang gw ambil dari kejadian kayak gitu. Ya mungkin Tuhan sudah punya jalan yang lain, yang lebih baik buat gw. Kalo kata dosen gw yang dicari bukan hasilnya, tapi prosesnya. Dari situ bakalan banyak pelajaran yang bs diambil.

“When you get what you want, but not what you need”. Butuh sama ingin itu memang beda tipis. Apa yang dibutuhkan pasti kalian inginkan, tapi yang kalian inginkan belum tentu kalian butuhkan. Kalo gw? gw banyak pengennya. Tapi 1 hal yang diajarkan sama nyokap gw masalah kemandirian. Harus nabung kek, harus begini harus begitu. Emang risih dulu kalo dibilangin ini itu sama nyokap. Tapi ketahuilah, lu baru sadar apa yang ortu lu bilang itu benar saat lu udah gak sama mereka lagi. Percaya sama gw. Gak ada istilahnya orang tua yang mau menyesatkan anaknya. Cara ortu mendidik memang begitu. hehe.

“When you feel so tired, but you can’t sleep”. Akhir2 ini gw jarang banget tidur. Lu bisa banyangin gak tidur 2 hari gmn rasanya. Dan yang gw tau kalo kita gak tidur selama 4 hari kita bakalan mati. Bisa dibilang gw saat ini setengah mati kepadamu~~ uwooo. hahaha.
Ada banyak hal yang gw pikirkan akhir2 ini, mulai dari kerjaan kantor yang numpuk. Mulai dari cicilan buat masa depan gw. Belum lagi masalah di kampus. Mental gw bener2 di uji tahun ini. Gw sebenernya udah gak kuat, pengen nyerah rasanya, tapi logika terus2an ngejek gw “ahh, masa cuma segitu”. Dan akhirnya gw lanjutin, gw terusin sampe detik ini. Ini masih umur segini, belum lagi nanti kalo uda berumah tangga. Ujian yang dulunya cm sebesar kerikil nantinya bakalan jadi sebongkah batu.

“When you lose something you can’t replace”. Masalah kehilangan? Gw udah ngalamin berkali-kali. Kalo kata temen2 gw nih. Gw udah terlatih buat sakit hati. Gw dasarnya pendiem dan bs dibilang polos. hahaha. Mungkin segelintir orang disana memanfaatkan kebegoan gw sampe akhirnya gw kehilangan sesuatu yang uda gw perjuangin mati2an. hahaha bego dasar….
Orang bego macam gw ini, gak bs di bego2in. Orang bego bisanya tuh dipinter2in.

Gw bukan orang bener, gw jg bukan orang sok bener. Gw jg banyak salah. Gw bukan orang pinter, gw bukan orang sok pinter. Gw ngerti kenapa banyak orang yang udah nyakitin gw. Mungkin mereka gak sadar udah ngelakuin itu. Mungkin gw juga pernah nyakitin mereka tapi gw jg gak sadar. hahaha rumit. Tapi satu hal yang gw tahu nih ya, masa iya orang makan gak sadar kalo dia lagi makan. Aneh sih. wkwkwk 😀

 

ada cerita dari teman lama, sering banget terjadi kekerasan dalam sebuah hubungan. gw bahas hubungan pacaran ya. misalnya lu cewek nih, uda berkali-kali kena tamparan, pukulan, tonjokan atau apalah sejenisnya dari pasangan lu (cowok). tapi kata temen gw nih, kebanyakan cewek susah buat bilang putus sama cowoknya. dan menurut gw nih ya, masih mungkin lhoh. secara gak sadar lu para cewek sudah mulai ketagihan sama kekerasan yang dilakuin sama cowok lu. ya bisa saja efek psikologi. lu ketagihan sama tingkah lakunya itu. jadi disaat orang itu pergi. lu gak kangen sama orangnya melainkan sama perilakunya. kan ngeri itu. ati2 lah ya para cewek, udah ada contoh kejadian seperti ini.

brrrrr~

“hahaha. yang ketahuan stalking nih yee. Keteken like pula. Uda lama kali ya. Uda basi kali ya. ”

Begini sob, mungkin kita pernah ada salah sama seseorang. Entah itu teman kita, gebetan kita, sodara kita atau siapa saja lah. Segera minta maaf, dan jangan ulangi kesalahanmu untuk kedua kalinya. Bukannya sok nasehatin, tapi kalo kita terus-terusan gak minta maaf nih ya, bakalan susah dibelakangnya. Dikit-dikit lempar argumen sarkasme, yang nyindir kek yang ngejelek2in kek. Ujung2nya berantem. Kalo berantem face-to-face sih gpp ya, lebih gentle menurut ane. Lha ini lewat dunia maya. Aduh, makanya daripada dicap banci mending kita saling memaafkan. Lebih gentle 2 kali lipat malah. hehe

Maaf mas/mbak, sepuntene seng katah nggih. dening kalepatanipun kulo. Matur sembah nuwun.

Salam super dari anak yang ngaku2 “anak gunung” nih buat anak super keren yang jauh disana.