KEJAHATAN DALAM IT DAN IT FORENSIK

Pengertian cybercrime / Kejahatan IT

Cybercrime perbuatan melawa hukum yang dilakukan dengan menggunakan internet yang berbasis pada kecanggihan teknologi komputer dan telekomunikasi.

Kejahatan di dunia maya (cyber crime) sekarang berada di urutan kedua setelah kejahatan narkoba, baik dilihat dari nilai keuntungan materi yang diperolehnya, maupun kerugian dan kerusakan bagi para korbannya.

Beberapa istilah Kejahatan di bidang Teknologi Informasi ( TI ) :

  • Cybercrime
  • Kejahatan Mayantara ( Barda Nawawi A.)
  • Computer Crime
  • Computer Abuse
  • Computer Fraud
  • Computer Related Crime dll

Karakteristik Cybercrime

Selama ini dalam kejahatan konvensional, dikenal adanya dua jenis kejahatan sebagai berikut:

  1. Kejahatan kerah biru (blue collar crime)

jenis kejahatan atau tindak kriminal yang dilakukan secara konvensional seperti misalnya perampokkan, pencurian, pembunuhan dan lain-lain.

  1. Kejahatan kerah putih (white collar crime)

kejahatan jenis ini memiliki empat kelompok kejahatan yakni, kejahatan korporasi, kejahatan borikrat malpraktek dan kejahatan individu.

Karakteristik unik dari kejahatan di dunia maya antara lain menyangkut lima hal berikut:

  • Ruang lingkup kejahatan
  • Sifat kejahatan
  • Pelaku kejahatan
  • Modus Kejahatan
  • Jenis kerugian yang ditimbulkan

Berdasarkan Sasaran Kejahatan

Sedangkan berdasarkan sasaran kejahatan, cybercrime dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori seperti berikut ini :

  1. Cybercrime yang menyerang individu (Against Person)

Jenis kejahatan ini, sasaran serangannya ditujukan kepada perorangan atau individu yang memiliki sifat atau kriteria tertentu sesuai tujuan penyerangan tersebut. Beberapa contoh kejahatan ini antara lain :

  • Pornografi Kegiatan yang dilakukan dengan membuat, memasang, mendistribusikan, dan menyebarkan material yang berbau pornografi, cabul, serta mengekspos hal-hal yang tidak pantas.
  • Cyberstalking Kegiatan yang dilakukan untuk mengganggu atau melecehkan seseorang dengan memanfaatkan komputer, misalnya dengan menggunakan e-mail yang dilakukan secara berulang-ulang seperti halnya teror di dunia cyber. Gangguan tersebut bisa saja berbau seksual, religius, dan lain sebagainya.
  • Cyber-Tresspass Kegiatan yang dilakukan melanggar area privasi orang lain seperti misalnya Web Hacking. Breaking ke PC, Probing, Port Scanning dan lain sebagainya.
  1. Cybercrime menyerang hak milik (Againts Property)

Cybercrime yang dilakukan untuk menggangu atau menyerang hak milik orang lain. Beberapa contoh kejahatan jenis ini misalnya pengaksesan komputer secara tidak sah melalui dunia cyber, pemilikan informasi elektronik secara tidak sah/pencurian informasi, carding, cybersquating, hijacking, data forgery dan segala kegiatan yang bersifat merugikan hak milik orang lain.

  1. Cybercrime menyerang pemerintah (Againts Government)

Cybercrime Againts Government dilakukan dengan tujuan khusus penyerangan terhadap pemerintah. Kegiatan tersebut misalnya cyber terorism sebagai tindakan yang mengancam pemerintah termasuk juga cracking ke situs resmi pemerintah atau situs militer. Penanggulangan Cybercrime Aktivitas pokok dari cybercrime adalah penyerangan terhadap content, computer system dan communication system milik orang lain atau umum di dalam cyberspace. Fenomena cybercrime memang harus diwaspadai karena kejahatan ini agak berbeda dengan kejahatan lain pada umumnya.

Jenis Cybercrime

Berdasarkan jenis aktifitas yang dilakukannya cybercrime dapat digolongkan menjadi beberapa jenis sebagai berikut :

  • Unauthorized Access

kejahatan yang terjadi ketika seseorang memasuki atau menyusup ke dalam suatu sistem jaringan komputer secara tidak sah, tanpa izin, atau tanpa sepengetahuan dari pemilik sistem jaringan komputer yang dimasukinya. Probing dan port merupakan contoh kejahatan ini.

  • Illegal Contents

kejahatan yang dilakukan dengan memasukkan data atau informasi ke internet tentang suatu hal yang tidak benar, tidak etis, dan dapat dianggap melanggar hukum atau menggangu ketertiban umum, contohnya adalah penyebaran pornografi.

  • Penyebaran virus secara sengaja

penyebaran virus ini bertujuan membuat kerusakan dengan cara mengirim virus melalui email atau pun menaruhnya pada beberapa data yang ada di internet sehingga penyebaranya tidak terlalu di ketahui apa bila user tidak menggunakan antivirus.

  • Data Forgery

Kejahatan yang dilakukan dengan tujuan memalsukan atau memanipulasi  data pada dokumen-dokumen penting yang ada di internet. Dokumen-dokumen ini biasanya dimiliki oleh institusi atau lembaga yang memiliki situs berbasis web database.

  • Cyber Espionage, Sabotage, and Extortion

Cyber Espionage merupakan kejahatan yang memanfaatkan jaringan internet untuk melakukan kegiatan mata-mata terhadap pihak lain, dengan memasuki sistem jaringan komputer pihak sasaran.

  • Cyberstalking

Kejahatan jenis ini dilakukan untuk mengganggu atau melecehkan seseorang dengan memanfaatkan komputer.

  • Carding

Carding merupakan kejahatan yang dilakukan untuk mencuri nomor kartu kredit milik orang lain dan digunakan dalam transaksi perdagangan di internet.

  • Hacking dan Cracker

Istilah hacker biasanya mengacu pada seseorang yang punya minat besar untuk mempelajari sistem komputer secara detail dan bagaimana meningkatkan kapabilitasnya. Adapun mereka yang sering melakukan aksi-aksi perusakan di internet lazimnya disebut cracker. Boleh dibilang cracker ini sebenarnya adalah hacker yang yang memanfaatkan kemampuannya untuk hal-hal yang negative dan dapat merugikan banyak orang.

  • Cybersquatting and Typosquatting

Cybersquatting merupakan kejahatan yang dilakukan dengan mendaftarkan domain nama perusahaan orang lain dan kemudian berusaha menjualnya kepada perusahaan tersebut dengan harga yang lebih mahal.

  • Hijacking

Hijacking merupakan kejahatan melakukan pembajakan hasil karya orang lain atau hak cipta seseorang.

  • Cyber Terorism

Suatu tindakan cybercrime termasuk cyber terorism jika mengancam pemerintah atau warganegara, termasuk cracking ke situs pemerintah atau militer yang dapat melemahkan system pertahanan suatu negara.

Pengertian IT Forensik

Beberapa pengertian sederhana mengenai IT Forensik :

  1. Definisi sederhana, yaitu penggunaan sekumpulan prosedur untuk melakukan pengujian secara menyeluruh suatu sistem komputer dengan mempergunakan software dan tool untuk memelihara barang bukti tindakan kriminal.
  2. Menurut Noblett, yaitu berperan untuk mengambil, menjaga, mengembalikan, dan menyajikan data yang telah diproses secara elektronik dan disimpan di media komputer.
  3. Menurut Judd Robin, yaitu penerapan secara sederhana dari penyidikan komputer dan teknik analisisnya untuk menentukan bukti-bukti hukum yang mungkin.

Tujuan IT Forensik

Adalah untuk mengamankan dan menganalisa bukti digital. Dari data yang diperoleh melalui survey oleh FBI dan The Computer Security Institute, pada tahun 1999 mengatakan bahwa 51% responden mengakui bahwa mereka telah menderita kerugian terutama dalam bidang finansial akibat kejahatan komputer. Kejahatan Komputer dibagi menjadi dua, yaitu :

  1. Komputer fraud.

Kejahatan atau pelanggaran dari segi sistem organisasi komputer.

  1. Komputer crime.

Merupakan kegiatan berbahaya dimana menggunakan media komputer dalam melakukan pelanggaran hukum.

Terminologi IT Forensik

Bukti digital (digital evidence) adalah informasi yang didapat dalam bentuk atau format digital, contohnya e-mail. Empat elemen kunci forensik dalam teknologi informasi, antara lain :

  1. Bukti digital (digital evidence).

adalah informasi yang didapat dalam bentuk atau format digital, contohnya e-mail.

  1. Empat elemen kunci forensik dalam teknologi informasi, antara lain :
    • Identifikasi dari bukti digital.

Merupakan tahapan paling awal forensik dalam teknologi informasi. Pada tahapan ini dilakukan identifikasi dimana bukti itu berada, dimana bukti itu disimpan dan bagaimana penyimpanannya untuk mempermudah tahapan selanjutnya.

  • Penyimpanan bukti digital.

Termasuk tahapan yang paling kritis dalam forensik. Bukti digital dapat saja hilang karena penyimpanannya yang kurang baik.

  1. Analisa bukti digital.

Pengambilan, pemrosesan, dan interpretasi dari bukti digital merupakan bagian penting dalam analisa bukti digital.

  1. Presentasi bukti digital.

Proses persidangan dimana bukti digital akan diuji dengan kasus yang ada. Presentasi disini berupa penunjukkan bukti digital yang berhubungan dengan kasus yang disidangkan.

Tools IT Forensik

Safe Back. Dipasarkan sejak tahun 1990 untuk penegakan Hukum dan Kepolisian. Digunakan oleh FBI dan Divisi Investigasi Kriminal IRS. Berguna untuk pemakaian partisi tunggal secara virtual dalam segala ukuran. File Image dapat ditransformasikan dalam format SCSI atau media storage magnetik lainnya.

EnCase. Seperti SafeBack yang merupakan program berbasis karakter, EnCase adalah program dengan fitur yang relatif mirip, denganInterface GUI yang mudah dipakai oleh tekhnisi secara umum. Dapat dipakai dengan Multiple Platform seperti Windows NT atau Palm OS. Memiliki fasilitas dengan Preview Bukti, Pengkopian target,Searching dan Analyzing. Pro Discover. Aplikasi berbasis Windows yang didesain oleh tim Technology Pathways forensics. Memiliki kemampuan untuk merecover file yang telah terhapus dari space storage yang longgar, mengalanalisis Windows 2000/NT data stream untuk data yang terhidden,menganalisis data image yang diformat oleh kemampuandd UNIX dan menghasilkan laporan kerja.

Auditing Around The Computer dan Through The Computer

Auditing adalah proses sistematik dengan tujuan untuk mendapatkan dan mengevaluasi fakta yang berkaitan dengan asersi mengenai kejadian dan tindakan ekonomi untuk memastikan kesesuaian antara asersi dengan kriteria yang ditetapkan dan mengkomunikasikan hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan.

Auditing-around the computer

Pendekatan audit dengan memperlakukan komputer sebagai kotak hitam, teknik ini tidak menguji langkah langkah proses secara langsung, hanya berfokus pada input dan output dari sistem computer.

Kelemahannya:

  1. Umumnya data base mencakup jumlah data yang banyak dan sulit untuk ditelusuri secara manual
  2. Tidak membuat auditor memahami sistem computer lebih baik
  3. Mengabaikan pengendalian sistem, sehingga rawan terhadap kesalahan dan kelemahan potensial dalam system.
  4. Lebih berkenaan dengan hal yang lalu dari pada audit yang preventif
  5. Kemampuan computer sebagai fasilitas penunjang audit mubazir
  6. Tidak mencakup keseluruhan maksud dan tujuan audit

Auditing-through the computer

Pendekatan audit yang berorientasi computer yang secara langsung berfokus pada operasi pemrosesan dalam system computer dengan asumsi bila terdapat pengendalian yang memadai dalam pemrosesan, maka kesalahan dan penyalahgunaan dapat dideteksi.

Terima kasih J

Sumber:

Advertisements

Automotive Multimedia Interface Collaboration (AMIC)

Automotive Multimedia Interface Collaboration (AMIC)

Pengertian AMIC

Kolaborasi Antarmuka Otomotif Multimedia adalah suatu kelompok yang dibuat untuk menciptakan standar umum yang digunakan dalam mengatur bagaimana suatu perangkat alat elektronik bekerja misalnya komputer dan alat komunikasi kendaraan. Dan memiliki anggota: Fiat, Ford, General Motors, Honda, Mitsubishi, Nissan, PSA Peugeot-Citroen, Renault.

Automotive Multimedia Interface Kolaborasi (AMIC) mengatakan akan menjadi tuan rumah tiga update internasional briefing untuk menjadi pemasok otomotif, komputer dan teknologi tinggi industri elektronik.

AMIC telah mengalami kemajuan yang signifikan dalam satu tahun terakhir ini dalam menyelesaikan struktur organisasi dan mencapai kesepakatan tentang persyaratan yang diperlukan untuk hardware dan software yang baik di masa depan untuk mobil dan truk,” Jurubicara AMIC Dave Acton berkata, “Dan sekarang sudah saatnya bagi kita untuk bertemu dengan pemasok dan mereka yang tertarik untuk menjadi pemasok untuk memastikan kami pindah ke tahap berikutnya pembangunan kita bersama-sama. “

Acton menekankan bahwa AMIC terbuka untuk semua pemasok yang tertarik bisnis elektronik. AMIC dibentuk pada bulan September l998 dan saat ini dipimpin oleh 12 produsen otomotif dan anak perusahaan yang meliputi: BMW, DaimlerChrysler, Ford, Fiat, General Motors, Honda, Mitsubishi, Nissan, PSA / Peugeot-Citroen, Renault, Toyota, dan VW. Seorang juru bicara mengatakan kelompok AMIC berencana untuk mendirikan sebuah kantor di San Francisco di masa depan.

Tujuan AMIC

Tujuan dari kolaborasi antar muka otomotif multimedia antar lain :

  • Menyediakan interface standar untuk memungkinkan pengendara mobil untuk menggunakan berbagai media, komputer dan perangkat komunikasi – dari sistem navigasi dan hands-free telepon selular, melalui manusia maju / mesin sistem antarmuka, termasuk pengenalan suara dan sintesis, untuk dipersembahkan komunikasi jarak dekat ( DSRC) sistem untuk kendaraan untuk infrastruktur komunikasi dan sistem mobil seperti airbag, pintu kunci dan diagnostik input / output

  • Meningkatkan pilihan dan mengurangi keusangan sistem elektronik kendaraan

  • Memotong biaya keseluruhan informasi kendaraan dan peralatan hiburan dengan meningkatkan ukuran pasar yang efektif dan memperpendek waktu pengembangan – industri otomotif efektif terdiri dari banyak pasar yang kecil karena setiap platform kendaraan sering mengandung berbagai adat-mengembangkan komponen dan platform yang khas hanya sekitar 50.000 unit

  • Menawarkan standar terbuka dan spesifikasi untuk informasi interface dalam kendaraan dan antara kendaraan dan dunia luar

Keuntungan dari AMIC

  • Memungkinkan seorang pengendara kendaraan (mobil) dapat menggunakan perangkat lain melalui berbagai media, komputer, perangkat komunikasi dari sistem navigasi dan handsfreeyang biasa digunakan pada telepon selular.

  • Biaya yang dikeluarkan untuk keseluruhan informasi kendaraan bisa dipangkas.

  • Dapat meningkatkan pilihan dan mengurangi keusangan sistem elektronik kendaraan.

Kerugian dari AMIC

  • Biaya mahal jika terjadi kerusakan komponen.

  • Jika perangkat multimedia terlalu banyak akan membingungkan pengendara dan mengakibatkan kecelakaan.

  • Karena tuntutan pasar, diharuskan AMIC selalu memiliki inovasi sehingga pengguna tidak cepat bosan.

Saran

Dalam perkembangan teknologi harus ada pertimbangan dan konsekuensi yang harus di hadapi apabila tidak sesuai dengan standarisasi terutama keselamatan. AMIC mungkin saja menjadikan kendaraan lebih santai, tidak kaku karena adanya dukungan multimedia. Tetapi harus di perhatikan masalah keselamatan. Jika hal ini diabaikan maka akan menjadi bomerang dan sangat membahayakan bagi pengguna/pengendara dan orang lain.

Open Service Gateway Initiative (OSGi)

Pengertian OSGi
Open Service Gateway Initiative (OSGi) adalah sebuah system dan aplikasi interoperability
berbasis komponen platform yang terintegrasi. OSGi merupakan system modul dinamik untuk Java.
Teknologi OSGi adalah Universal Middleware. Teknologi OSGi menyediakan sebuah serviceoriented,
lingkungan yang berbasis komponen untuk pengembang dan menawarkan jalan standard
untuk mengatur siklus hidup software. Kemampuan ini dapat menambah nilai jangkauan dari
computer dan peralatan yang menggunakan platform Java dengan sangat hebat. Teknologi OSGi
mengadopsi keuntungan dari menambah time-to-market dan mengurangi biaya pengembangan
karena teknologi OSGi menyediakan subsistem komponen yang terintegrasi dari pre-build dan pretested.
Teknologi ini juga mengurangi biaya perawatan dan memberikan kesempatan aftermarket
yang baru dan unik karena jaringan dapat digunakan untuk update secara dinamik dan mengirimkan
service dan aplikasi di lapangan.
Arsitektur OSGi
OSGi adalah sebuah set spesifikasi yang mendefinisikan sebuah komponen system dinamik untuk
Java. Spesifikasi ini memungkinkan sebuah model pengembangan dimana aplikasi (secara dinamik)
terdiri dari berbagai komponen yang berbeda. Spesifikasi OSGi memungkinkan komponenkomponennya
untuk menyembunyikan implementasinya dari komponen lainnya ketika
berkomunikasi melalui services dimana biasanya ketika hal ini berlangsung implementasi antar
komponen dapat terlihat jelas. Model yang simple ini telah jauh mencapai efek dari segala aspek
dari proses pengembangan software.
Model lapisan dari OSGi adalah sebagai berikut :

a.Bundles : bundles adalah komponen OSGi yang dibuat oleh pengembang/developer.
b.Services : lapisan service menghubungkan bundles dalam sebuah jalan dinamik dengan
menawarkan model publish-find-bind untuk objek Java yang lama.
c.Life Cycle : API untuk menginstall, memulai, menghentikan, update dan menguninstall bundles.
d.Modules : lapisan yang menjelaskan bagaimana bundles dapat mengimport dan mengexport kode.
e.Security : Lapisan yang memegang aspek keamanan.
f.Execution Environment : menjelaskan class dan method apa yang ada di platform.

Implementasi OSGi
Dalam kehidupan sehari-hari teknologi OSGI dikembangkan untuk mengendalikan alat-alat
elektronik dalam rumah tangga dengan internet. Yaitu dengan menghubungkan berbagai framework
OSGI ini untuk mengendalikan alat-alat rumah tangga yang bersifat elektronik. Hal ini dilakukan
dengan berbagai protocol network yaitu Bluetooth, uPnP,HAVi, dan X10. Dengan bantuan Jini dan
standart OSGI dari sun microsistem yaitu Java Embedded Server. Teknologi ini dinamakan home
network dan jinni adalah salah satu standart untuk pembuatan home nerwork yang berbasis java.
Dalam bidang Teknologi dan industry, dalam hal ini pengembangan OSGI dalam Teknologi dan
industri adalah untuk otomatisasi industri. Seperti otomatisnya system dalam gudang yang dapat
meminta dalam PPIC untuk mengadakan bahan baku, dan masih banyak yang lain.
Dalam ilmu Komputer ini sangat banyak pengembang yang memanfaatkan teknologi OSGI ini.
Dari surfing di internet banyak yang mengulas tentang Pemrograman Java yang mengapdopsi
teknologi osgi ini. Salah satu contoh adalah knopflerfish merupakan framework untuk melakukan
OSGI didalam program Java. Dan juga eclipse IDE merupakan OSGI framework yang
dikembangkan oleh eclipse dan berbasis GUI. Dan masih banyak juga dalam server serta programprogram
lain yang mengembangkan teknologi OSGI ini.

Keuntungan dari teknologi OSGi
1.Mengurangi kompleksitas : mengembangkan dengan OSGi berarti menembangkan bundles : salah
satu komponen OSGi. Bundles adalah modul. Bundles menyembunyikan aspek internalnya dari
bundles lainnya. Hal ini berarti ada banyak kebebasan untuk menggantinya di kemudian hari.
2.Dapat digunakan kembali : model komponen OSGi sangat mudah digunakan dan dapat digunakan
dengan aplikasi pihak ketiga.
3.RealWorld : OSGi framework dinamik. Hal ini berarti OSGi dapat diupdate secara online.
4.Mudah Penyebarannya : teknologi OSGi bukanlah sebuah teknologi standard. OSGi dapat
dimanage sedemikian rupa serta dapat diatur cara penginstalannya.
5.Update yang dinamik : OSGi komponen bisa diupdate secara dinamik.
6.Adaptif : model komponen OSGi didesain sedemikian rupa hingga diperbolehkan untuk
mengkombinasi dan mencocokan antar komponen.
7.Transparan
8.Banyak versinya
9.Simple : OSGi API sangat simple. API OSGi hanya terdiri dari satu paket dan berjumlah kurang
dari 30 kelas.
10.Ukurannya kecil
11.Kinerjanya cepat
12.Malas : Malas dalam software itu berarti bagus. Teknologi OSGi mempunyai banyak mekanisme
hanya ketika dibutuhkan saja.
13.Aman
14.Sederhana
15.Tidak Mengganggu Kinerja Aplikasi Lainnya
16.Berjalan dimana saja
17.Digunakan secara luas
18.Didukung Oleh Berbagai Perusahaan : OSGi juga didukung oleh berbagai perusahaan seperti
Oracle, IBM, Samsung, Nokia, IONA, Motorola, NTT, Siemens, Hitachi, Deutsche Telekom,
Redhat, Ericsson, dan masih banyak lagi.

Kerugian OSGi
1. Pengguna dihadapkan pada tanggunjawab untuk terus menarik laporan informasi.
2. Pengguna harus selalu mengetahui posisi perangkat yang dikelola.
3. Penerapan yang membutuhkan biaya besar.
4. Membuat ketergantungan dalam kemudahan teknologi.

Layanan Telematika

LAYANAN TELEMATIKA
Pada saat ini media informasi sudah banyak berkembang. Teknologi telematika yang
telah berkembang mampu menyampaikan suatu informasi melalui media yang semakin
canggih. Telematika adalah singkatan dari Telekomunikasi dan Informatika. Ini merupakan
suatu bentuk hubungan saling bertukar informasi dari pihak yang satu kepada pihak yang
lain. Layanan Telematika itu adalah Layanan dial up ke jaringan internet maupun semua jenis
jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Layanan
Telematika (dalam bhs.Inggris disebut juga Telematics Services) dewasa ini sudah banyak
digunakan oleh pemerintah Indonesia untuk menunjang kebutuhan dan kenyamanan
masyarakat.

JENIS-JENIS LAYANAN TELEMATIKA

  1. Layanan Informasi
    Layanan informasi merupakan penggabungan dari telekomunikasi digital dan
    teknologi komputer yang memainkan peran penting dalam komunikasi antara manusia
    dengan kendaraan bergerak seperti mobil yang menawarkan layanan GPS.
    contoh lainnya : M-Commerce dan VOD.
  2. Layanan Keamanan
    Layanan keamanan merupakan layanan yang menyediakan keamanan informasi dan
    data agar tidak mudah terhapus atau hilang . Layanan ini terdiri atas enskripsi,
    penggunaan protokol, penentuan akses kontrol dan auditin.
    contoh : penggunaan firewall dan antivirus
  3. Layanan Context Aware & Even Base
    Layanan Context Aware & Even Base merupakan layanan dimana sistem memiliki
    kemampuan untuk mengrti kebutuhan user, network dan lingkungan.
    contoh : ketika seorang user sedang mengadakan rapat, maka context-aware mobile
    phone yang dimiliki user akan langsung menyimpulkan bahwa user sedang
    mengadakan rapat dan akan menolak seluruh panggilan telepon yang tidak penting.
    Dan untuk saat ini, konteks location awareness dan activity recognition yang
    merupakan bagian dari context-awareness menjadi pembahasan utama di bidang
    penelitian ilmu komputer.
    Tiga hal yang menjadi perhatian sistem context-aware menurut Albrecht Schmidt,
    yaitu:
  • The acquisition of context
    Berkaitan dengan pemilihan konteks dan bagaimana cara memperoleh konteks
    yang diinginkan.contoh : pemilihan konteks lokasi, dengan penggunaan suatu
    sensor lokasi tertentu (misalnya: GPS) untuk melihat situasi atau posisi suatu
    lokasi tersebut.
  • The abstraction and understanding of context
    Pemahaman terhadap bagaimana cara konteks yang dipilih berhubungan dengan
    kondisi nyata, bagaimana tanggapan sistem dan cara kerja terhadap inputan
    dalam suatu konteks dan dapat membantu meningkatkan kinerja aplikasi.
  • Application behaviour based on the recognized context
    Bagaimana pengguna dapat memahami sistem dan tingkah lakunya yang sesuai
    dengan konteks yang dimilikinya serta bagaimana cara memberikan kontrol
    penuh kepada pengguna terhadap sistem.

Empat kategori aplikasi context-awareness menurut Bill N. Schilit, Norman Adams, dan Roy Want, yaitu :

  • Proximate selection Proximate selection :
    Sebuah teknik antarmuka yang memudahkan pengguna dalam memilih atau
    melihat lokasi objek (benda atau manusia) yang berada didekatnya dan
    mengetahui posisi lokasi dari user itu sendiri.
  • Automatic Contextual Reconfiguration :
    Bagaimana konteks yang digunakan membawa perbedaan terhadap konfigurasi
    sistem dan bagaimana cara antar setiap komponen berinteraksi. contoh:
    penggunaan virtual whiteboard sebagai salah satu inovasi automatic
    reconfiguration yang menciptakan ilusi pengaksesan virtual objects sebagai
    layaknya fisik suatu benda.
  • Contextual Informations and Commands
    Dimana informasi-informasi yang berkaitan dan perintah yang akan
    dilaksanakan disimpan ke dalam sebuah directory tertentu. Setiap file yang
    berada di dalam directory berisi locations and contain files, programs, and
    links. Ketika seorang user berpindah dari suatu lokasi ke lokasi lainnya, maka
    browser juga akan langsung mengubah data lokasi di dalam directory. contoh :
    ketika user berada di kantor, maka user akan melihat agenda yang harus
    dilakukan; ketika user beralih lagi ke dapur, maka user tersebut akan melihat
    petunjuk untuk membuat kopi dan data penyimpanan kebutuhan dapur.
  • Context-Triggered Actions
    Cara kerja sistem context-triggered actions sama layaknyadengan aturan
    sederhana IF-THEN. Informasi yang berada pada klausa kondisi akan memacu
    perintah aksi yang harus dilakukan. contoh : coffee kitchen arriving “play –v
    50 ~/sounds/rooster.au” artinya, ketika siapapun berada di dapur dan
    menggunakan mesin coffee maker maka alarm rooster sound akan berbunyi.
  1. Layanan Perbaikan Sumber
    Layanan perbaikan atau disebut Discovery Service (RDS) adalah sebuah layanan yang
    berfungsi untuk penemuan layanan utilitas yang diperlukan. The RDS juga berfungsi
    dalam pengindeksan lokasi layanan utilitas untuk mempercepat kecepatan penemuan.
    Contoh: Yellow pages service

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN LAYANAN TELEMATIKA
Adapun kelebihan dari layanan telematika diatas, diantaranya:
1. Dengan adanya Layanan Telematika di Bidang Informasi, bisa meningkatkan kinerja
pemerintah dalam menyediakan informasi dan layanan untuk masyarakat khususnya
kalangan menengah kebawah sehingga dapat merasakan pemerataan teknologi dan
informasi.
2. Dengan adanya Layanan Telematika di bidang Keamanan, Masyarakat pada
umumnya dapat merasa lebih aman karena jika terjadi sesuatu yang diinginkan,
mereka dapat langsung menghubungi pihak berwajib dengan teknologi yang ada.
3. Pada Layanan Context Aware dan Event-Based, Dengan ini si pengguna dapat hak
privasi yang lebih tanpa harus melakukan banyak / otomatis sistem yang telah
mengatur agar si pengguna tidak diganggu dalam waktu yang diinginkan si pengguna.
4. Pada Layanan Perbaikan Sumber, contohnya pada yellow pages service, setiap orang
dapat bantuan yang lebih dalam mencari alamat / nomor telepon suatu instansi.

Adapun kekurangan dari layanan telematika diatas, diantaranya:
1. Pada Layanan Telematika di Bidang Informasi, Jika perhatian kepada mereka yang
kurangnya informasi dari kebebasan akses yang mereka lakukan, akan berdampak
buruk yang disebabkan pihak yang tidak bertanggung jawab.
2. Pada Layanan Telematika di bidang Keamanan, Keamanan ini juga berdampak buruk
jika ada oknum / Hacker yang berniat jahat untuk membobol suatu sistem keamanan.
3. Pada Layanan Context Aware dan Event-Based, Si pengguna akan terlambat
mengetahui jika ada panggilan penting saat ia tidak ingin diganggu, contohnya, ia
tidak tahu kalau anaknya masuk rumah sakit ketika ia sedang rapat.
4. Pada Layanan Perbaikan Sumber, Tidak mudah mencari / tidak cepat karena yellow
pages masih dalam bentuk buku. Jadi orang yang ingin mencari informasi di
dalamnya harus mencari secara manual dengan membaca indeksnya terlebih dahulu.
SARAN
• Perlunya didukung pendanaan yang memadai dari pemerintah untuk pengembangan
layanan telematika di seluruh daerah sehingga tidak hanya dinikmati di kota kota
besar saja.
• Memprioritaskan layanan telematika yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi
dan memperbaiki kondisi investasi seperti e-banking, e-commerce, e-procurement,
maupun berbagai usaha telematika yang dapat memberdayakan Usaha Kecil dan
Menengah.
• Perlu penyusunan kebijakan atau aturan atau hukum yang jelas mengenai penggunaan
layanan telematika sehingga masyarakat mengerti mana yang diperbolehkan dan
dilarang oleh hukum.
• Perlunya penyebaran kurikulum di berbagai tingkatan sekolah nasional agar murid
mengerti penggunaan layanan telematika dengan benar dan baik.

Sumber

http://jun-ker.blogspot.com/2014/11/layanan-telematika.html
http://lookshe.blogspot.com/2012/11/layanan-telematika-teknologi-wireless.html
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/12/pengantar-telematika-materi-2/

Telematika

PENGERTIAN TELEMATIKA
Telematika berasal dari bahasa perancis “Telematique” yang merujuk pada bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Teknologi Informasi merujuk pada sarana prasarana, sistem dan metode untuk perolehan, pengiriman, penerimaan, pengolahan, penafsiran, penyimpanan, pengorganisasian, dan penggunaan data yang bermakna.
Para praktisi menyatakan bahwa “Telematics“ adalah singkatan dari “Telecommunication” and “informatics” sebagai wujud dari perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah Telematics juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu (konvergensi). Semula media masih belum menjadi bagian integral dari isu konvergensi teknologi informasi komunikasi pada saat itu.
Belakangan baru disadari bahwa penggunaan sistem komputer dan sistem komunikasi ternyata juga menghindarkan media komunikasi baru. Lebih jauh lagi istilah Telematika kemudian merujuk pada perkembangan konvergensi antara telekomunikasi, media dan informatika yang semula masing-masing berkembang secara terpisah.
Konvergensi Telematika kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan teknologi digital atau “The Net”. Dalam perkembangannya istilah “media” dalam Telematika berkembang menjadi wacana “multimedia”. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena istilah “multimedia” semula hanya merujuk pada kemampuan sistem komputer untuk mengolah informasi dalam berbagai medium. Adalah suatu ambigus jika istilah Telematika dipahami sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika (http://law.ui.ac.ic/lama/telematika/index.htm).
Menurut instruksi presiden RI no.6 tahun 2001 tentang kerangka kebijakan perkembangan dan pendayagunaan telematika di Indonesia didapat pengertian telematika sebagai berikut : “……. Telekomunikasi, media dan informatika atau disingkat sebagai teknologi telematika…”. (http://www.indonesia.go.id/id/produk_uu/isi/inpres2001/ip%206-2001%20lamp.html).
Alfin Toffler berpendapat bahwa teknologi telekomunikasi dan informatika, kini populer dengan nama telematika (Yuliar,2007). Menurut Yusuf Hadi Miarso (2007) telematika merupakan sinergi teknologi telekomunikasi dan informatika untuk keperluan pemrosesan data dengan sistem binary (digital). Telekomunikasi adalah sistem hubungan jarak jauh yang terjalin melalui saluran kabel dan nirkabel (gelombang suara, elektromagnetik, dan cahaya). Sedangkan informatika adalah pengelolaan data yang bermakna dengan sistem binary (digital). Istilah Teknologi dan Komunikasi (ICT =Information and Communication Technology) yang lebih dikenal sekarang ini bermaksud memperluas pengertian telematika.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa Telematika merupakan konvergensi antara teknologi Telekomunikasi , Media dan Informatika yang digunakan untuk keperluan pemrosesan data dengan sistem binary / digital.

CONTOH KELEBIHAN TELEMATIKA

  1. Mengoptimalkan proses pembangunan. Telematika memberikan dukungan terhadap manajemen dan pelayanan kepada masyarakat berupa sarana telekomunikasi yang memuahkan masyarakat saling berinteraksi tanpa terhalang jarak. Dengan telematika, proses komunikasi menjadi mudah sehingga mudah pula untuk menyebarkan informasi dari satu daerah ke daerah lain.
  2. Meningkatkan Pendapatan. Produk dan jasa teknologi telematika merupakan komoditas yang memberikan peningkatan pendapatan bagi perseorangan, dunia usaha bahkan negara dalam bentuk devisa hasil ekspor jasa dan produk industri telematika.
  3. Pemersatu bangsa. Teknologi telematika mampu menyatukan bangsa melalui pengembangan sistem informasi yang menghubungkan semua institusi dan area dengan cepat tanpa terhalang jarak daerah masing-masing.

CONTOH KEKURANGAN TELEMATIKA

  1. Adanya cyber crime yaitu kejahatan yang dilakukan dengan menggunakan media internet. Misalnya kloning data kartu kredit milik orang lain. Penipuan dengan cara spam email, dll.
  2. Penyadapan telekomunikasi terhadap presiden SBY yang sempat booming beberapa waktu lalu.
  3. Bagi anak-anak, internet telah memberikan media yang mudah bagi mereka untuk mendapatkan akses pornografi dan ini dapat menyebabkan mereka menjadi matang karbitan. Selain masalah pornografi, fenomena yang terjadi saat ini adalah kecanduan akan game online. Banyak orang tua yang resah akan hal ini.

SARAN
Pemerintah Indonesia, khususnya KOMINFO harus lebih memperhatikan masalah perkembangan telematika di Indonesia. Kita bisa lihat, bagaimana kondisi saat ini. Negara kita jauh dibawah dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapore. Ini dikarenakan kurang tanggapnya pemerintah kita terhadap perkembangan telematika. Misalnya saja, kecepatan internet saat ini saya rasa masih kalah jauh ketimbang negara-negara lain. Kemudian masalah sekuritas, masih banyak beredar situs-situs porno yang bisa diakses kapan saja, dimana saja dan oleh siapa saja.

Apakah bahasa sebagai alat pencari kerja ? ya bisa dibilang begitu karena disaat kita mencari pekerjaan, bahasa yang diucapkan yaitu bahasa indonesia yang baik dan baku. Juga pandai berbicara kepada orang maka jika itu dilaksanakan mudah untuk diterima bekerja dimanapun. Bahasa tersebut digunakan misalnya, disaat kita dipanggil untuk interview sebelum masuk ke perusahaan tersebut, dari bahasalah jika kita pandai berbahasa dengan baik dan pandai berbicara dihadapan orang-orang maka kita akan ditempatkan diposisi yang baik dan enak dalam suatu perusahaan.

Dalam perusahaan dibutuhkan bahasa indonesia yang baik dan baku karena jika tidak perusahaan tersebut tidak akan berkembang maju, malah jika tidak menggunakan bahasa yang baik dan baku, tidak akan menarik investor atau penanam saham yang ingin bergabung dengan perusahaan tersebut sehingga perusahaan tersebut tidak akan berkembang maju. Siapa saja boleh menggunakan bahasa indonesia yang baik dan baku terutama orang-orang yang berada didalam perusahaan, diharuskan semua bisa berbicara dengan bahasa tersebut sehingga bisa dihormati oleh atasan atau  bawahan kita. Dan perusahaan itu akan dipandang baik oleh orang lain, seperti karyawannya, masyarakat sekitarnya, pemegang saham atau para investornya.

Bahasa tersebut bisa digunakan dimana saja, disaat bertemu orang, berbicara kepada keluarga, atasan atau leader dalam suatu perusahaan karena bila kita berbicara menggunakan bahasa tersebut maka kita akan dihormati oleh orang dan dihargai oleh orang lain. Caranya bisa berbicara dengan bahasa indonesia yang baik, dan sebagai alat pencari kerja yaitu dengan kita terbiasa berbicara menggunakan bahasa yang baik dan baku di  lingkungan sekitar seperti keluarga, tetangga,  teman dirumah, dan lingkungan didalam perusahaan. Karena bahasa tersebut digunakan untuk mencari lapangan pekerjaan, maksudnya jika kita pandai berbicara dengan bahasa indonesia yang baik dan baku juga masuk akal saat kita melamar pekerjaan disuatu perusahaan maka akan membuahkan hasil yaitu ditempatkan diposisi perkerjaan yang enak dan bagus.

Tidak harus bekerja didalam perusahaan, dimanapun kita dapatkan pekerjaan akan mendapatkan hasil yang baik. Misalnya berdagang dengan kata lain berwirausaha menggunakan bahasa dengan baik  jika pandai berbicara terhadap pembeli, maka akan menarik para pembeli sehingga barang yang dijual habis. Makanya bahasa itu penting dalam mencari sebuah pekerjaan dan penempatan pekerjaannya.

Selain bahasa Indonesia, banyak dari masyarakat kita dituntut untuk mahir berbahasa asing, misalkan saja bahasa Inggris. Mereka menganggap bahwa bahasa inggris itu adalah bahasa yang penting untuk kebutuhan mereka nantinya. Misalnya saja saat mencari kerja, banyak lapangan kerja membutuhkan orang yang mahir bahasa inggris. Hal ini memang tidak salah, hanya saja dalam penggunaannya perlu adanya keseimbangan. Sehingga bahasa nasional kita tidak terabaikan.

Bahasa Sebagai Jatidiri Bangsa

Jati diri—atau yang lazim juga disebut identitas—merupakan ciri khas yang menandai seseorang, sekelompok orang, atau suatu bangsa. Jika ciri khas itu menjadi milik bersama suatu bangsa, hal itu tentu menjadi penanda jati diri bangsa tersebut. Seperti halnya bangsa lain, bangsa Indonesia juga memiliki jati diri yang membedakannya dari bangsa yang lain di dunia. Jati diri itu sekaligus juga menunjukkan keberadaan bangsa Indonesia di antara bangsa lain. Salah satu simbol jati diri bangsa Indonesia itu adalah bahasa, dalam hal ini tentu bahasa Indonesia. Hal itu sejalan dengan semboyan yang selama ini kita kenal, yaitu “bahasa menunjukkan bangsa”.

Setiap bahasa pada dasarnya merupakan simbol jati diri penuturnya, begitu pula halnya dengan bahasa Indonesia juga merupakan simbol jati diri bangsa. Oleh karena itu, bahasa Indonesia harus senantiasa kita jaga, kita lestarikan, dan secara terus-menerus harus kita bina dan kita kembangkan agar tetap dapat memenuhi fungsinya sebagai sarana komunikasi modern yang mampu membedakan bangsa kita dari bangsa-bangsa lain di dunia. Lebih-lebih dalam era global seperti sekarang ini, jati diri suatu bangsa menjadi suatu hal yang amat penting untuk dipertahankan agar bangsa kita tetap dapat menunjukkan keberadaannya di antara bangsa lain di dunia. Namun, bagaimana kondisi kebahasaan kita sebagai jati diri bangsa saat ini?

Kalau kita lihat secara cermat, kondisi kebahasaan di Indonesia saat ini cukup memprihatinkan, terutama penggunaan bahasa Indonesia di tempat umum, seperti pada nama bangunan, pusat perbelanjaan, hotel dan restoran, serta kompleks perumahan, sudah mulai tergeser oleh bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Tempat yang seharusnya menggunakan bahasa Indonesia itu mulai banyak yang menggunakan bahasa yang tidak lagi menunjukkan jati diri keindonesiaan. Akibatnya, wajah Indonesia menjadi tampak asing di mata masyarakatnya sendiri. Kondisi seperti itu harus kita sikapi dengan bijak agar kita tidak menjadi asing di negeri sendiri.

Di sisi lain, kita juga melihat sikap sebagian masyarakat yang tampaknya merasa lebih hebat, lebih bergengsi, jika dapat menyelipkan beberapa kata asing dalam berbahasa Indonesia, padahal kosakata asing yang digunakannya itu ada padanannya dalam bahasa Indonesia. Misalnya, sebagian masyarakat lebih suka menggunakan kata di-follow up-i, di-pending, meeting, dan on the way. Padahal, kita memiliki kata ditindaklanjuti untuk di-follow up-i, kata ditunda untuk di-pending, pertemuan atau rapat untuk meeting, dan sedang di jalan untuk on the way, lalu mengapa kita harus menggunakan kata asing? Sikap yang tidak “menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia itu, harus kita kikis karena kita harus mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia sebagai simbol jati diri bangsa.

Tidak seharusnya kita membiarkan bahasa Indonesia larut dalam arus komunikasi global yang menggunakan media bahasa asing seperti itu. Jika hal seperti itu kita biarkan, tidak tertutup kemungkinan jati diri keindonesiaan kita sebagai suatu bangsa pun akan pudar, bahkan tidak tertutup kemungkinan terancam larut dalam arus budaya global. Jika hal itu terjadi, jangankan berperan di tengah kehidupan global, menunjukkan jati diri keindonesiaan kita sebagai suatu bangsa pun kita tidak mampu. Kondisi seperti itu tentu tidak akan kita biarkan terjadi. Oleh karena itu, diperlukan berbagai upaya agar jati diri bangsa kita tetap hidup di antara bangsa lain di dunia. Dalam konteks kehidupan global seperti itu, bahasa Indonesia sesungguhnya selain merupakan jati diri bangsa, sekaligus juga merupakan simbol kedaulatan bangsa.

Selain bahasa Indonesia, sastra Indonesia juga merupakan bagian dari simbol jati diri bangsa. Hal itu karena sastra pada dasarnya merupakan pencerminan, ekspresi, dan media pengungkap tata nilai, pengalaman, dan penghayatan masyarakat terhadap kehidupan sebagai suatu bangsa. Oleh karena itu, segala sesuatu yang terungkap dalam karya sastra Indonesia pada dasarnya juga merupakan pencerminan dari jati diri bangsa Indonesia.

Jika sebagai suatu bangsa, salah satu simbol jati diri kita adalah bahasa dan sastra Indonesia; sebagai anggota suatu komunitas etnis di Indonesia, simbol jati diri kita adalah bahasa dan sastra daerah. Oleh karena itu, sebagai suatu simbol jati diri kedaerahan, bahasa dan sastra daerah juga harus kita jaga dan kita pelihara untuk menunjukkan jati diri dan kebanggaan kita sebagai anggota masyarakat daerah.

Sebagai warga negara Indonesia, kita tidak boleh kehilangan jati diri kita sebagai suatu bangsa dan sebagai putra daerah, kita tidak boleh kehilangan jati diri kedaerahan kita agar kita tidak tercerabut dari akar budayanya. Sebagai putra daerah, kita tidak boleh kehilangan jati diri kedaerahannya, dan sebagai putra Indonesia, kita tidak boleh kehilangan jati diri kita sebagai suatu bangsa.

Selain terungkap dalam simbol bahasa dan sastra, jati diri kita tercermin pula dari kekayaan seni budaya, adat istiadat atau tradisi, tata nilai, dan juga perilaku budaya masyarakat. Terkait dengan itu, Indonesia amat kaya akan keragaman seni budaya, adat istiadat atau tradisi, dan juga tata nilai dan perilaku budaya. Sebagai unsur kekayaan budaya bangsa, seni budaya, adat istiadat atau tradisi, tata nilai, dan perilaku budaya perlu dilestarikan dan dikembangkan sebagai simbol yang dapat mencerminkan jati diri bangsa, baik dalam kaitannya dengan jati diri lokal maupun jati diri nasional.

Satu hal lagi yang dapat menjadi simbol jati diri adalah kearifan lokal. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki kearifan lokal yang merupakan pencerminan sikap, perilaku, dan tata nilai komunitas pendukungnya. Kearifan lokal itu dapat digali dari berbagai sumber yang hidup di masyarakat, yang diwariskan secara turun-temurun dari generasi leluhurnya dalam bentuk pepatah, tembang, permainan, syair, kata bijak, dan berbagai bentuk lain. Kearifan lokal itu sarat nilai yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan masa kini yang dapat memperkuat kepribadian dan karakter masyarakat, serta sekaligus sebagai penyaring pengaruh budaya dari luar.

Sebagai simbol jati diri bangsa, bahasa Indonesia harus terus dikembangkan agar tetap dapat memenuhi fungsinya sebagai sarana komunikasi yang modern dalam berbagai bidang kehidupan. Di samping itu, mutu penggunaannya pun harus terus ditingkatkan agar bahasa Indonesia dapat menjadi sarana komunikasi yang efektif dan efisien untuk berbagai keperluan. Upaya ke arah itu kini telah memperoleh landasan hukum yang kuat, yakni dengan telah disahkannya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Undang-undang tersebut merupakan amanat dari Pasal 36 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan sekaligus merupakan realisasi dari tekad para pemuda Indonesia sebagaimana diikrarkan dalam Sumpah Pemuda, tanggal 28 Oktober 1928, yakni menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia.

Dalam menjalani kehidupan pada era global saat ini, jati diri lokal ataupun jati diri nasional tetap merupakan suatu hal yang amat penting untuk dipertahankan agar kita tetap dapat menunjukkan keberadaan kita sebagai suatu bangsa. Jati diri itu sama pentingnya dengan harga diri. Jika tanpa jati diri, berarti kita tidak memiliki harga diri. Atas dasar itu, agar menjadi suatu bangsa yang bermartabat, jati diri bangsa itu harus diperkuat, baik yang berupa bahasa dan sastra, seni budaya, adat istiadat, tata nilai, maupun perilaku budaya dan kearifan lokalnya.

Untuk memperkuat jati diri itu, baik yang lokal maupun nasional, diperlukan peran serta berbagai pihak dan dukungan aturan serta sumber daya yang memadai. Peran serta masyarakat juga sangat diperlukan dalam memperkuat jati diri bangsa itu. Dengan jati diri yang kuat, bangsa kita akan makin bermartabat sehingga mampu berperan—bahkan juga bersaing—dalam kancah kehidupan global.

Bukan hal yang mustahil bahasa Indonesia esok akan menjadi bahasa perdaban dunia, bahasa yang digunakan sebagai bahasa internasional. Dilihat dari struktur dan pembacaan bahasa Indonesia yang sangat sederhana, bahasa Indonesia merupakan bahasa yang tidak sulit untuk dipelajari. Suatu bukti yang meyakinkan bila esok bahasa Indonesia akan menjadi bahasa peradaban dunia, lebih dari 50 negara di Dunia telah mempelajari dan menjadikan bahasa Indonesia sebagai satu diantara mata pelajaran di sekolah mereka.

Kita sebagai pemilik bahasa Indonesia harus banggga karena bahasa kita dipelajari bangsa lain. Mengapa kita harus belajar bahasa asing, bila bahasa kita kelak mampu menjadi bahasa Internasional dan bahasa peradaban dunia? Jawaban dari pertanyaan tersebut ada pada diri kita sebagai pemilik dan pengguna bahasa Indonesia. Kita harus konsisten dan bersikap positif terhadap bahasa Indonesia. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sebenarnya tidak sulit, yang membuat sulit karena kita telah terbiasa dengan kesalahan yang ada dan selalu “merasa bosan” untuk mempelajarinya dengan segala kerendahan hati. Kita selalu beranggapan, “untuk apa mempelajari bahasa Indonesia, bukankah kita orang Indonesia yang secara otomatis mengerti menggunakan bahasa Indonesia”. Bilamana pendapat ini terus berkembang, pupus sudah harapan kita menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa peradaban dunia.