Ya semuanya ternyata sama saja. Setelah baca ini blog langsung pada menjauh. Mgkn ada beberapa tulisan gw yg mengandung sarkasme atau menyinggung. Tapi kalo ada yg merasa tersinggung. Gw minta maaf bgt ya.
Tulisan di blog ini apa adanya. Gak ada rekayasa. Semua sesesuai sama kehidupan gw sndiri. Setelah tau gmn masa lalu gw, bnyk yg menjauh.
Bener kata akun dagelan.

Kenal
Deket
Jadi kakak-adekan
Ada yang punya perasaan lebih
Jadian
Ada konflik
Putus
Musuhan

Ini aja baru kenal. Uda pada menjauh aja. Wkwkwk

Taun 2015 gak ada waktu buat sakit hati sob. “Mereka”, suatu saat bakalan ketampol sama omongan mereka sndiri. Mereka ketampol omongan, kita ketampol banyak rejeki sob. Amiiinnn. Wkwkwk.
Kita, sebagai cowok jgn pernah peduli nyinyiran org lain. Cuek itu lebih damai sob. Fokus aja perbaiki kualitas diri.

Apa yang org lain liat itu hanya kulit aja. Dan carilah pasangan/pendamping ataupun teman yang gak peduli akan hal itu.

Salam sabtu sore. Muah muah. Wkwkwkwk
*malang gimana kabar yaa, jadi khawatirrr
.
.
.
.
Emak bapaak….

Ls

Fitur WA yg satu ini emg greget bener. Kadang bkin org khawatir, kesel, gondok dll.
Asal lo tau aja ya dek. Gw pake WA cm buat info group kampus. Sisanya ya chat sama lo dek. Kadang kala kalo lo “online”, pengen rasanya gw chat “tumben ol, biasanya sibuk ngampus” dan masih banyak pikiran2 gak jelas di otak gw. “Dia chat sama siapa ya” bla bla bla.
Hampir setiap 2 menit sekali gw buka WA cm pngen tau “last seen” lo.

– Curhatan temen, doi penggemar rahasia si A –

Puasa

Puasa media sosial. Tanpa gangguan setan. Gak ada ceritanya iri gegara liat postingan temen di path. Gak ada istilahnya sakit hati gegara WA/bbm cm diread doang. Gak ada ceritanya kepo di ask.fm dan twitter. Ujung2nya sama racun semua. Di hp gw uda mulai gw uninstall2 secara bertahap. Sisanya cm bbm, line sama instagram doang. Ya minimal kalo ada info dari kampus atau dari kantor masih bisa dihubungi lahh. Hehe. Instagram sndiri kalo buat gw cm buat posting2 gambar yang menurut gw bagus. Gw suka jalan2, jadinya pelampiasan nya kesana. 😀

Uda dulu yaaa. Dunia itu sementara, uda sementara, interaksi cm d dunia maya lagi. Kacaauu vrooh kacau. Haha

Cuks lah – part 2

Cemburu ke gebetan boleh. Gak aneh sih cuma kurang tepat aja. Belum jadi apa2 aja uda cemburu. Emg ente siapanya dia vrooohh. Hahaha :))))
Ente gak boleh larang2 doi bergaul sama siapa aja. Misal nih doi lg di pdkt in sama yang lain. Lo gak berhak marah. Doi single, bebas mau ngapain aja. Makanya broo kalo uda deket tinggal dor aje. Jgn kebanyakan nunggu. Ditolak yauda terima ajaa. Hahaha

-saran spesial dari gw buat temen tergokil-
Salam superrr. Tosss!!!

Layanan Telematika

LAYANAN TELEMATIKA
Pada saat ini media informasi sudah banyak berkembang. Teknologi telematika yang
telah berkembang mampu menyampaikan suatu informasi melalui media yang semakin
canggih. Telematika adalah singkatan dari Telekomunikasi dan Informatika. Ini merupakan
suatu bentuk hubungan saling bertukar informasi dari pihak yang satu kepada pihak yang
lain. Layanan Telematika itu adalah Layanan dial up ke jaringan internet maupun semua jenis
jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Layanan
Telematika (dalam bhs.Inggris disebut juga Telematics Services) dewasa ini sudah banyak
digunakan oleh pemerintah Indonesia untuk menunjang kebutuhan dan kenyamanan
masyarakat.

JENIS-JENIS LAYANAN TELEMATIKA

  1. Layanan Informasi
    Layanan informasi merupakan penggabungan dari telekomunikasi digital dan
    teknologi komputer yang memainkan peran penting dalam komunikasi antara manusia
    dengan kendaraan bergerak seperti mobil yang menawarkan layanan GPS.
    contoh lainnya : M-Commerce dan VOD.
  2. Layanan Keamanan
    Layanan keamanan merupakan layanan yang menyediakan keamanan informasi dan
    data agar tidak mudah terhapus atau hilang . Layanan ini terdiri atas enskripsi,
    penggunaan protokol, penentuan akses kontrol dan auditin.
    contoh : penggunaan firewall dan antivirus
  3. Layanan Context Aware & Even Base
    Layanan Context Aware & Even Base merupakan layanan dimana sistem memiliki
    kemampuan untuk mengrti kebutuhan user, network dan lingkungan.
    contoh : ketika seorang user sedang mengadakan rapat, maka context-aware mobile
    phone yang dimiliki user akan langsung menyimpulkan bahwa user sedang
    mengadakan rapat dan akan menolak seluruh panggilan telepon yang tidak penting.
    Dan untuk saat ini, konteks location awareness dan activity recognition yang
    merupakan bagian dari context-awareness menjadi pembahasan utama di bidang
    penelitian ilmu komputer.
    Tiga hal yang menjadi perhatian sistem context-aware menurut Albrecht Schmidt,
    yaitu:
  • The acquisition of context
    Berkaitan dengan pemilihan konteks dan bagaimana cara memperoleh konteks
    yang diinginkan.contoh : pemilihan konteks lokasi, dengan penggunaan suatu
    sensor lokasi tertentu (misalnya: GPS) untuk melihat situasi atau posisi suatu
    lokasi tersebut.
  • The abstraction and understanding of context
    Pemahaman terhadap bagaimana cara konteks yang dipilih berhubungan dengan
    kondisi nyata, bagaimana tanggapan sistem dan cara kerja terhadap inputan
    dalam suatu konteks dan dapat membantu meningkatkan kinerja aplikasi.
  • Application behaviour based on the recognized context
    Bagaimana pengguna dapat memahami sistem dan tingkah lakunya yang sesuai
    dengan konteks yang dimilikinya serta bagaimana cara memberikan kontrol
    penuh kepada pengguna terhadap sistem.

Empat kategori aplikasi context-awareness menurut Bill N. Schilit, Norman Adams, dan Roy Want, yaitu :

  • Proximate selection Proximate selection :
    Sebuah teknik antarmuka yang memudahkan pengguna dalam memilih atau
    melihat lokasi objek (benda atau manusia) yang berada didekatnya dan
    mengetahui posisi lokasi dari user itu sendiri.
  • Automatic Contextual Reconfiguration :
    Bagaimana konteks yang digunakan membawa perbedaan terhadap konfigurasi
    sistem dan bagaimana cara antar setiap komponen berinteraksi. contoh:
    penggunaan virtual whiteboard sebagai salah satu inovasi automatic
    reconfiguration yang menciptakan ilusi pengaksesan virtual objects sebagai
    layaknya fisik suatu benda.
  • Contextual Informations and Commands
    Dimana informasi-informasi yang berkaitan dan perintah yang akan
    dilaksanakan disimpan ke dalam sebuah directory tertentu. Setiap file yang
    berada di dalam directory berisi locations and contain files, programs, and
    links. Ketika seorang user berpindah dari suatu lokasi ke lokasi lainnya, maka
    browser juga akan langsung mengubah data lokasi di dalam directory. contoh :
    ketika user berada di kantor, maka user akan melihat agenda yang harus
    dilakukan; ketika user beralih lagi ke dapur, maka user tersebut akan melihat
    petunjuk untuk membuat kopi dan data penyimpanan kebutuhan dapur.
  • Context-Triggered Actions
    Cara kerja sistem context-triggered actions sama layaknyadengan aturan
    sederhana IF-THEN. Informasi yang berada pada klausa kondisi akan memacu
    perintah aksi yang harus dilakukan. contoh : coffee kitchen arriving “play –v
    50 ~/sounds/rooster.au” artinya, ketika siapapun berada di dapur dan
    menggunakan mesin coffee maker maka alarm rooster sound akan berbunyi.
  1. Layanan Perbaikan Sumber
    Layanan perbaikan atau disebut Discovery Service (RDS) adalah sebuah layanan yang
    berfungsi untuk penemuan layanan utilitas yang diperlukan. The RDS juga berfungsi
    dalam pengindeksan lokasi layanan utilitas untuk mempercepat kecepatan penemuan.
    Contoh: Yellow pages service

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN LAYANAN TELEMATIKA
Adapun kelebihan dari layanan telematika diatas, diantaranya:
1. Dengan adanya Layanan Telematika di Bidang Informasi, bisa meningkatkan kinerja
pemerintah dalam menyediakan informasi dan layanan untuk masyarakat khususnya
kalangan menengah kebawah sehingga dapat merasakan pemerataan teknologi dan
informasi.
2. Dengan adanya Layanan Telematika di bidang Keamanan, Masyarakat pada
umumnya dapat merasa lebih aman karena jika terjadi sesuatu yang diinginkan,
mereka dapat langsung menghubungi pihak berwajib dengan teknologi yang ada.
3. Pada Layanan Context Aware dan Event-Based, Dengan ini si pengguna dapat hak
privasi yang lebih tanpa harus melakukan banyak / otomatis sistem yang telah
mengatur agar si pengguna tidak diganggu dalam waktu yang diinginkan si pengguna.
4. Pada Layanan Perbaikan Sumber, contohnya pada yellow pages service, setiap orang
dapat bantuan yang lebih dalam mencari alamat / nomor telepon suatu instansi.

Adapun kekurangan dari layanan telematika diatas, diantaranya:
1. Pada Layanan Telematika di Bidang Informasi, Jika perhatian kepada mereka yang
kurangnya informasi dari kebebasan akses yang mereka lakukan, akan berdampak
buruk yang disebabkan pihak yang tidak bertanggung jawab.
2. Pada Layanan Telematika di bidang Keamanan, Keamanan ini juga berdampak buruk
jika ada oknum / Hacker yang berniat jahat untuk membobol suatu sistem keamanan.
3. Pada Layanan Context Aware dan Event-Based, Si pengguna akan terlambat
mengetahui jika ada panggilan penting saat ia tidak ingin diganggu, contohnya, ia
tidak tahu kalau anaknya masuk rumah sakit ketika ia sedang rapat.
4. Pada Layanan Perbaikan Sumber, Tidak mudah mencari / tidak cepat karena yellow
pages masih dalam bentuk buku. Jadi orang yang ingin mencari informasi di
dalamnya harus mencari secara manual dengan membaca indeksnya terlebih dahulu.
SARAN
• Perlunya didukung pendanaan yang memadai dari pemerintah untuk pengembangan
layanan telematika di seluruh daerah sehingga tidak hanya dinikmati di kota kota
besar saja.
• Memprioritaskan layanan telematika yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi
dan memperbaiki kondisi investasi seperti e-banking, e-commerce, e-procurement,
maupun berbagai usaha telematika yang dapat memberdayakan Usaha Kecil dan
Menengah.
• Perlu penyusunan kebijakan atau aturan atau hukum yang jelas mengenai penggunaan
layanan telematika sehingga masyarakat mengerti mana yang diperbolehkan dan
dilarang oleh hukum.
• Perlunya penyebaran kurikulum di berbagai tingkatan sekolah nasional agar murid
mengerti penggunaan layanan telematika dengan benar dan baik.

Sumber

http://jun-ker.blogspot.com/2014/11/layanan-telematika.html
http://lookshe.blogspot.com/2012/11/layanan-telematika-teknologi-wireless.html
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/12/pengantar-telematika-materi-2/

Kembali

Kemanakah pergi mencari sandaran
Ketika jauh dari pangkuan
Kemanakah pergi mencari kasih sayang
Ketika jauh dari sarang

Kini ku telah terbang
Jauh ke ujung gerbang
Hati hampa….. seorang diri
Tubuh pucat tergerus air hujan
Tanpa kasih sayang
Tanpa sandaran

Kemanakah pergi mencari kehangatan
Hanya satu jalan
Kembali ke sarang

Telematika

PENGERTIAN TELEMATIKA
Telematika berasal dari bahasa perancis “Telematique” yang merujuk pada bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Teknologi Informasi merujuk pada sarana prasarana, sistem dan metode untuk perolehan, pengiriman, penerimaan, pengolahan, penafsiran, penyimpanan, pengorganisasian, dan penggunaan data yang bermakna.
Para praktisi menyatakan bahwa “Telematics“ adalah singkatan dari “Telecommunication” and “informatics” sebagai wujud dari perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah Telematics juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu (konvergensi). Semula media masih belum menjadi bagian integral dari isu konvergensi teknologi informasi komunikasi pada saat itu.
Belakangan baru disadari bahwa penggunaan sistem komputer dan sistem komunikasi ternyata juga menghindarkan media komunikasi baru. Lebih jauh lagi istilah Telematika kemudian merujuk pada perkembangan konvergensi antara telekomunikasi, media dan informatika yang semula masing-masing berkembang secara terpisah.
Konvergensi Telematika kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan teknologi digital atau “The Net”. Dalam perkembangannya istilah “media” dalam Telematika berkembang menjadi wacana “multimedia”. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena istilah “multimedia” semula hanya merujuk pada kemampuan sistem komputer untuk mengolah informasi dalam berbagai medium. Adalah suatu ambigus jika istilah Telematika dipahami sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika (http://law.ui.ac.ic/lama/telematika/index.htm).
Menurut instruksi presiden RI no.6 tahun 2001 tentang kerangka kebijakan perkembangan dan pendayagunaan telematika di Indonesia didapat pengertian telematika sebagai berikut : “……. Telekomunikasi, media dan informatika atau disingkat sebagai teknologi telematika…”. (http://www.indonesia.go.id/id/produk_uu/isi/inpres2001/ip%206-2001%20lamp.html).
Alfin Toffler berpendapat bahwa teknologi telekomunikasi dan informatika, kini populer dengan nama telematika (Yuliar,2007). Menurut Yusuf Hadi Miarso (2007) telematika merupakan sinergi teknologi telekomunikasi dan informatika untuk keperluan pemrosesan data dengan sistem binary (digital). Telekomunikasi adalah sistem hubungan jarak jauh yang terjalin melalui saluran kabel dan nirkabel (gelombang suara, elektromagnetik, dan cahaya). Sedangkan informatika adalah pengelolaan data yang bermakna dengan sistem binary (digital). Istilah Teknologi dan Komunikasi (ICT =Information and Communication Technology) yang lebih dikenal sekarang ini bermaksud memperluas pengertian telematika.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa Telematika merupakan konvergensi antara teknologi Telekomunikasi , Media dan Informatika yang digunakan untuk keperluan pemrosesan data dengan sistem binary / digital.

CONTOH KELEBIHAN TELEMATIKA

  1. Mengoptimalkan proses pembangunan. Telematika memberikan dukungan terhadap manajemen dan pelayanan kepada masyarakat berupa sarana telekomunikasi yang memuahkan masyarakat saling berinteraksi tanpa terhalang jarak. Dengan telematika, proses komunikasi menjadi mudah sehingga mudah pula untuk menyebarkan informasi dari satu daerah ke daerah lain.
  2. Meningkatkan Pendapatan. Produk dan jasa teknologi telematika merupakan komoditas yang memberikan peningkatan pendapatan bagi perseorangan, dunia usaha bahkan negara dalam bentuk devisa hasil ekspor jasa dan produk industri telematika.
  3. Pemersatu bangsa. Teknologi telematika mampu menyatukan bangsa melalui pengembangan sistem informasi yang menghubungkan semua institusi dan area dengan cepat tanpa terhalang jarak daerah masing-masing.

CONTOH KEKURANGAN TELEMATIKA

  1. Adanya cyber crime yaitu kejahatan yang dilakukan dengan menggunakan media internet. Misalnya kloning data kartu kredit milik orang lain. Penipuan dengan cara spam email, dll.
  2. Penyadapan telekomunikasi terhadap presiden SBY yang sempat booming beberapa waktu lalu.
  3. Bagi anak-anak, internet telah memberikan media yang mudah bagi mereka untuk mendapatkan akses pornografi dan ini dapat menyebabkan mereka menjadi matang karbitan. Selain masalah pornografi, fenomena yang terjadi saat ini adalah kecanduan akan game online. Banyak orang tua yang resah akan hal ini.

SARAN
Pemerintah Indonesia, khususnya KOMINFO harus lebih memperhatikan masalah perkembangan telematika di Indonesia. Kita bisa lihat, bagaimana kondisi saat ini. Negara kita jauh dibawah dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapore. Ini dikarenakan kurang tanggapnya pemerintah kita terhadap perkembangan telematika. Misalnya saja, kecepatan internet saat ini saya rasa masih kalah jauh ketimbang negara-negara lain. Kemudian masalah sekuritas, masih banyak beredar situs-situs porno yang bisa diakses kapan saja, dimana saja dan oleh siapa saja.